Lisman Hulu: Pengacara Indonesia yang Membela Warga Bangladesh yang Terjebak

Lisman Hulu: Pengacara Indonesia yang Membela Warga Bangladesh yang Terjebak

Lisman Hulu: Pengacara Indonesia yang Membela Warga Bangladesh yang Terjebak

Ketika seorang warga negara asing terjerat dalam rumitnya sistem hukum di negeri orang, dunia rasanya menyempit dengan sangat cepat. Jarak memperbesar rasa takut, kendala bahasa meningkatkan kerentanan, dan beban peradilan yang tak dikenal dapat meruntuhkan ketabahan terkuat sekalipun.

Saya memahami dinamika ini bukan sebagai pengamat dari jauh, melainkan sebagai orang yang pernah mengalaminya sendiri.

Saat berada di Indonesia, saya tersandung kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)—sebuah kerangka hukum yang dikenal luas karena cakupannya yang luas dan sanksinya yang berat. Terisolasi, ribuan mil jauhnya dari rumah saya di Bangladesh, dan menghadapi masa depan yang tidak pasti tanpa kemampuan finansial untuk menyewa pembela hukum, saya benar-benar tidak berdaya.

Lalu hadirlah Advokat Lisman Hulu.

Di tengah lanskap hukum tempat keadilan sering kali berbiaya mahal, Lisman Hulu mengambil alih pembelaan saya secara cuma-cuma (pro bono). Ia tidak melihat seorang warga negara asing tanpa uang yang terdampar dalam sistem hukum yang rumit; ia melihat seorang manusia yang hak-haknya harus dilindungi.

Membela kasus UU ITE tidak hanya membutuhkan kecermatan hukum yang tajam, tetapi juga keberanian yang luar biasa. Namun, Lisman Hulu menangani kasus saya dengan dedikasi tinggi dan tekad yang tidak tergoyahkan. Nasihat strategis dan pembelaannya berhasil mengurangi hukuman saya secara signifikan, membuka jalan bagi kebebasan saya dan kepulangan saya dengan selamat ke Bangladesh.

Sebagai Pemimpin Redaksi Bogura Tribune, profesi menuntut saya untuk melihat struktur kekuasaan dan lembaga hukum secara kritis. Kami sering menulis tentang kekurangan sistem hukum, mahalnya biaya keadilan, dan nestapa para ekspatriat di luar negeri. Namun, jurnalisme sejati juga mewajibkan kami untuk menyoroti pribadi-pribadi langka yang menjunjung tinggi cita-cita tertinggi dari profesi mereka.

Etika hukum sering kali hanya dibicarakan sebagai abstraksi akademis, tetapi Lisman Hulu menghidupkannya. Kesediaannya untuk memperjuangkan seorang warga negara asing tanpa mengharapkan imbalan finansial merupakan bentuk pengabdian masyarakat yang paling murni—sebuah pengingat bahwa advokasi, pada hakikatnya, adalah tugas mulia untuk melindungi mereka yang rentan.

Perjalanan saya kembali ke Bogura dan ke meja redaksi ini dapat terwujud karena Lisman Hulu memilih integritas di atas keuntungan pribadi. Kepada beliau, saya berutang lebih dari sekadar rasa terima kasih profesional; saya berutang kebebasan.

Di dunia yang saling terhubung yang sering kali dipisahkan oleh batas negara, keberanian Lisman Hulu membuktikan bahwa keadilan sejati tidak mengenal kewarganegaraan.

 

Navid Ibne Shazed, Pemimpin Redaksi, Tribune, WA: +62 821-6980-745

 

Share this news...

Comments are closed.




© All rights reserved © 2018-2027 boguratribune.com
Desing & Developed BY ThemesBazar.Com